IKLAN (728x90)

#

Keindahan Curug Citambur yang Ternoda Jalan Berlubang dan Sempit
Ilustrasi (foto: Indonesiatravel)
CIANJUR - Curug Citambur yang mulai dikenal karena keindahannya itu berada di daerah Cianjur Selatan, tepatnya di Desa Karang Jaya, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Dalam Bahasa Sunda, curug adalah air terjun. Curug ini benar-benar memanjakan para pelancong yang menyukai wisata alam dengan kehijauan pepohonan di atas bukit serta persawahan di bawahnya. Air berdebit deras itu memiliki ketinggian sekitar 130 meter.

Saat air terjun mengempas ke bawah dibarengi dengan percikan yang memantulkan kabut. Terkadang kabut itu terbawa angin dari lembah di bawahnya, hingga menciptakan sensasi tersendiri, layaknya berada di alam khas tatar Priangan.

Penikmat alam pun akan sulit melangkahkan kaki meninggalkan lokasi yang eksotik itu. Tepat di atas air terjun, pemandangan pepohonan hijau memanjakan mata pengunjung. Terlebih lagi di bawahnya rerumputan hijau semakin menambah suasana sabda alam itu.

"Pengunjung yang datang ke Curug Citambur tidak hanya dari Cianjur saja, tapi juga dari Surabaya, Jakarta, dan Bandung," kata Komar, pengelola Curug Citambur yang notabene merupakan milik Perum Perhutani KPH Cianjur.

Para pelancong tidak sedikit yang ingin menikmati suasana itu sembari bermalam, karena di lokasi tersebut disediakan pula areal untuk berkemah. Lokasinya tidak turun ke jalan setapak melintasi aliran sungai kecil dari air terjun Citambur.

Air untuk memasak, tidak sulit, karena pengunjung bisa mengambil dari aliran air Curug Citambur, bahkan untuk berendam juga tidak masalah. Yang jelas pengunjung akan merasakan segarnya air nan bening itu.

"Biasanya pengunjung yang ingin bermalam di lokasi, datang pada malam hari secara berombongan. Pas malam tahun baru ada yang datang dari Surabaya," kata Komar.

Sebenarnya untuk mencapai lokasi air terjun itu, tidaklah terlalu sulit. Dari gerbang objek wisata alam tersebut, tinggal berjalan selama sekitar 15 menit, sudah sampai lokasi dengan melintasi jalan bebatuan yang cukup untuk dua unit mobil. Suara empasan air dari atas Bukit Citambur itu sudah terdengar.

Cukup dengan membayar tarif masuk Rp10 ribu per orang, pengunjung sudah bisa menikmati suasana alam nan ciamik tersebut. Sedikit informasi kenapa dinamai Curug Citambur, karena air yang jatuh dari atas bukit itu bersuara seperti tambur. Hingga dinamai Citambur. Sedangkan dalam Bahasa Sunda, nama awalan "ci" artinya air, sedangkan Tambur merupakan alat musik drumband.

"Rencananya di bukit seberang air terjun, dibangun jembatan gantung mengelilingi bukit kecil. Dari atas kita bisa melihat bentangan alam dari bukit-bukit, lembah-lembah dan di belakangnya ada air terjun," kata Komar.

Posting Komentar